Allah berfirman,
“Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah
telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah)
mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seseorang dari dua orang
ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya,
“Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”.” ( At-T aubah: 40).
Aisyah, Abu Sa’id dan Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, “Abu Bakarlah yang mengiringi Nabi dalam gua tersebut.
Diriwayatkan dari al-Barra’ bin ‘Azib, ia berkata, “Suatu ketika Abu
Bakar pernah membeli seekor tunggangan dari Azib dengan harga 10 Dirham,
maka Abu Bakar berkata kepada ‘Azib, Suruhlah anakmu si Barra agar
mengantarkan hewan tersebut.” Maka ‘Azib berkata, “Tidak, hingga engkau
menceritakan kepada kami bagaimana kisah perjalananmu bersama Rasulullah
ketika keluar dari Makkah sementara orang-orang musyrikin sibuk
mencari-cari kalian.”
Abu Bakar berkata, “Kami berangkat dari Makkah, berjalan sepanjang
siang dan malam hingga datang waktu zuhur, maka aku mencari-cari tempat
bernaung agar kami dapat istirahat di bawahnya, ternyata aku melihat ada
batu besar, maka segera kudatangi dan terlihat di situ ada naungannya,
maka kubentangkan tikar untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kemudian kukatakan padanya, “Istirahatlah wahai Nabi Allah.” Maka
beliaupun beristirahat, sementara aku memantau daerah sekitarku, apakah
ada orang-orang yang mencari kami datang mengintai. Tiba-tiba aku
melihat ada seorang pengembala kambing sedang menggiring kambingnya ke
arah teduhan di bawah batu tersebut ingin berteduh seperti kami, maka
aku bertanya padanya, “Siapa tuannmu wahai budak?” Dia menjawab, “Budak
milik si fulan, seseorang dari suku Quraisy.” Dia menyebut nama tuannya
dan aku mengenalnya, kemudian kutanyakan, “Apakah kambingmu memiliki
susu?” Dia menjawab, “Ya!” lantas kukatakan, “Maukah engkau memeras
untuk kami?” Dia menjawab, “Ya!” Maka dia mengambil salah satu dari
kambing-kambing tersebut, setelah itu kuperintahkan dia agar
membersihkan susu kambing tersebut terlebih dahulu dari kotoran dan
debu, kemudian kuperintahkan agar menghembus telapak tangannya dari
debu, maka dia menepukkan kedua telapak tanggannya dan dia mulai memeras
susu, sementara aku telah mempersiapkan wadah yang di mulutnya dibalut
kain menampung susu tersebut, maka segera kutuangkan susu yang telah
diperas itu ke dalam tempat tersebut dan kutunggu hingga bawahnya
dingin, lalu kubawakan kehadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
ternyata beliau sudah bangun, segera kukatakan padanya, “Minumlah wahai
Rasulullah.” Maka beliau mulai minum hingga kulihat beliau telah
kenyang, setelah itu kukatakan padanya, “Bukankah kita akan segera
berjalan kembali ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya!”
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan sementara orang-orang musyrik terus
menerus mencari kami, tidak satupun yang dapat menyusul kami kecuali
Suraqah bin Malik bin Ju’syam yang mengendarai kudanya, maka kukatakan
pada Rasulullullah, “Orang ini telah berhasil mengejar kita wahai
Rasulullah, namun beliau menjawab,
” Jangan khawatir, sesungguhnya Allah beserta kita.”
Diriwayatkan dari Anas dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu beliau
berkata, “Kukatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika
kami berada dalam gua, ‘Andai saja mereka (orang-orang Musyrik) melihat
ke bawah kaki mereka pastilah kita akan terlihat’. Rasul menjawab,
” Bagaimana pendapatmu wahai Abu Bakar dengan dua orang manusia sementara Allah menjadi yang ketiga.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar