Sepak Terjang Abu Bakar ash-Shiddiq r.a dalam Membela Rasulullah SAW
Diriwayatkan dari Urwah bin az-Zubair dia berkata, “Aku pernah
bertanya kepada Abdullah bin Amruradhiyallahu ‘anhu tentang perbuatan
kaum musyrikin yang paling menyakitkan Rasulullah SAW,
maka dia berkata, “Aku pernah melihat Uqbah bin Abi Mu’ith mendatangi Rasulullah SAW yang sedang shalat, maka tiba-tiba Uqbah melilit
leher Nabi dengan sorban miliknya dan mencekiknya sekeras-kerasnya,
kemudian datanglah Abu Bakar membelanya dan melepaskan ikatan tersebut
sambil berkata,
” Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena ia
menyatakan, ‘Rabbku ialah Allah’ padahal dia telah datang kepadamu
dengan membawa keterangan-keterangan dari Rabbmu.” (Ghafir: 28).
Jasa-Jasa Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu
Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sahabat yang pertama kali masuk Islam,
dan selalu menyertai Rasulullah SAW sepanjang hidupnya
baik di Makkah maupun di Madinah. Tidak hanya itu, beliau adalah sahabat
Rasulullah SAW sekaligus teman bermusyawarah dan wazirnya. Di tangannya
para senior sahabat masuk memeluk Islam seperti Utsman bin Affan,
az-Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan
Thalhah bin Ubaidillah.
Setia mendampingi Rasulullah SAW dalam menghadapi
berbagai macam halangan dan rintangan, siap membela beliau dengan
sepenuh jiwa, bahkan beliau pula yang telah membebaskan banyak
budak-budak yang disiksa karena masuk Islam seperti Bilal, Amir bin
Fuhairah, Ummu Ubaisy. Zinnirah, Nahdiyyah dan kedua putrinya, serta
budak wanita milik Bani Muammal.
Beliaulah yang menemani Rasulullah SAW dikala hijrah, dan turut serta dalam
setiap peperangan bersama Rasulullah SAW, seperti Badar,
Uhud, Khandaq, Hudaibiyyah, Penaklukan kota Makkah, Hunain, Tabuk dan
pertempuran besar lainnya.
Setelah menjabat sebagai khalifah maka beliaulah yang bertugas dan
bertanggung jawab terhadap seluruh negeri Islam dan wilayah
kekhalifahan-nya sepeninggal Rasulullah SAW, maka
tercatat sejumlah reputasi beliau yang gemilang di antaranya,
1- Instruksinya agar jenazah Rasulullah SAW diurus hingga dikebumikan.
2- Melanjutkan misi pasukan yang dipimpin
Usamah radhiyallahu ‘anhu yang sebelumnya telah dipersiapkan Rasulullah SAW sebelum wafat, sebagaimana kelak akan diterangkan
secara rinci.
3- Kebijakannya menyatukan persepsi seluruh sahabat
untuk memerangi kaum murtad dengan segala persiapan ke arah itu,
kemudian instruksinya untuk memerangi seluruh kelompok yang murtad di
wilayah masing-masing.
4- Ibnu Katsir berkata, “Pada tahun 12 H Abu Bakar
ash-Shiddiq memerintahkan Zaid bin Tsabit agar mengkumpulkan al-Qur’an
dari berbagai tempat penulisan, baik yang ditulis di kulit-kulit,
dedaunan, maupun yang dihafal dalam dada kaum muslimin. Peristiwa itu
terjadi setelah para Qari’ penghafal al-Qur’an banyak yang terbunuh
dalam peperangan Yamamah, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Shahih
al-Bukhari. Imam al-Bukhari berkata, Bab
Pengumpulan al-Qur’an kemudian dia mulai menyebutkan sanadnya hingga
sampai kepada Ibnu Syihab dari Ubaid bin as-Sabbaq, bahwa Zaid bin
Tsabit pernah berkata, “Abu Bakar ash-Shiddiq mengirim kepadaku surat
tentang orang-orang yang terbunuh di perang Yamamah, ketika aku
mendatanginya, kudapati Umar bin al-Khaththab berada di sampingnya, maka
Abu Bakar berkata, “Umar mendatangiku dan berkata, “Sesungguhnya banyak
para Qurra’ penghafal al-Qur’an yang telah gugur dalam peperangan
Yamamah. Aku takut jika para Qari’ yang masih hidup kelak terbunuh
dalam peperangan, akan mengakibatkan hilangnya sebagian besar dari ayat
al-Qur’an, menurut pendapatku, engkau harus menginstruksikan agar segera
mengumpulkan dan membukukan al-Qur’an.”
Aku bertanya kepada Umar, “Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak
pernah dilakukan Rasulullah SAW” Umar menjawab, “Demi
Allah, ini adalah kebaikan!” Dan Umar terus menuntutku hingga Allah
melapangkan dadaku untuk segera melaksanakannya, akhirnya akupun setuju
dengan pendapat Umar radhiyallahu ‘anhu.
Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kemudian Abu Bakar
berkata padaku, “Engkau adalah seorang pemuda yang jenius, berakal dan
penuh amanah, dan engkau telah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah SAW, maka carilah seluruh ayat al-Qur’an yang berserakan
dan kumpulkanlah.” Berkata Zaid, Demi Allah jika mereka memerintahkan
aku untuk memikul gunung tentulah lebih ringan bagiku daripada
melaksanakan instruksi Abu Bakar agar aku mengumpulkan al-Qur’an.”
Aku bertanya, “Bagaimana kalian melakukan sesuatu perbuatan yang
tidak diperbuat oleh Rasulullah SAW Dia berkata, “Demi
Allah ini adalah suatu kebaikan!” Dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu terus
berusaha meyakinkan aku hingga akhirnya Allah melapangkan dadaku untuk
menerimanya sebagaimana Allah melapangkan dada mereka berdua.
Maka aku mulai mengumpulkan tulisan-tulisan al-Qur’an yang ditulis di
daun-daunan, kulit maupun dari hafalan para penghafal al-Qur’an, hingga
akhirnya aku menemukan akhir surat at-Taubah yang ada pada Abu
Khuzaimah al-Anshari, yang tidak kudapatkan dari selainnya, yaitu ayat;
” Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu.” (At-Taubah: 128).
Hingga akhir surat al-Bara’ah. Kemudian al-Qur’an yang telah
dikumpulkan dan dibukukan itu disimpan oleh Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu
hingga Allah mewafatkannya. Setelah itu berpindah ke tangan
Umar radhiyallahu ‘anhu sewaktu hidup-nya, dan akhirnya berpindah ke
tangan Hafshah binti Umar radhiyallahu ‘anha.
Imam al-Bukhari berkata, Ibnu Syihab berkata, Telah berkata kepadaku
Kharijah bin Zaid bin Tsabit, bahwasanya dia mendengar Zaid berkata,
“Aku tidak mendapatkan satu ayat dari surat al-Ahzab ketika kami menulis
al-Qur’an ke dalam satu mushaf, sementara aku pernah mendengarkan Rasulullah SAW membacanya, akhirnya ayat tersebut kami
cari dan ternyata ayat tersebut ada pada Khuzaimah bin Tsabit
al-Anshari,
” Di antara orang-orang mu’ min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah.” (Al-Ahzab: 23).
Maka segera kami sisipkan ke tempatnya di dalam mushaf.
5- Pengiriman pasukan untuk menyebarkan Agama Allah
kepada bangsa-bangsa yang bertetangga dengan kaum muslimin baik kepada
penduduk Persia maupun penduduk Syam, dalam rangka merealisasikan firman
Allah SWT
” Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di
sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan
ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (At-Taubah: 123).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar