Jumat, 06 Juli 2012

Kedudukan Abu Bakar ash-Shiddiq r.a di Sisi Rasulullah SAW

Kedudukan Abu Bakar ash-Shiddiq r.a di Sisi Rasulullah SAW


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah SAW beliau bersabda,
“Andai saja aku dibolehkan mengambil Khalil (kekasih) selain Allah pasti aku akan memilih Abu Bakar sebagai khalil namun dia adalah saudaraku dan sahabatku.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Malikah ia berkata, “Penduduk Kufah bertanya kepada Abdullah bin az-Zubair perihal bagian warisan yang akan diperoleh seorang kakek, maka dia berkata, “Ikutilah pendapat Abu Bakar. Bukankah Rasulullah pernah menyebutkan perihal dirinya, “Andai saja aku dibolehkan mengambil Khalil (kekasih) selain Allah pasti aku akan memilihnya.” Abu Bakar mengatakan, “Samakan pembagian kakek dengan bagian bapak (Jika bapak tidak ada).”
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Nabi Muhammad SAW,
“Tutuplah seluruh pintu-pintu kecuali pintu Abu Bakar.”
Dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari bapaknya dia berkata, “Pernah seorang wanita mendatangi Rasulullah SAW, kemudian beliau menyuruhnya kembali datang menghadapnya, maka wanita itu bertanya, “Bagaimana jika kelak aku datang namun tidak lagi menjumpaimu -seolah-olah ia meng-isyaratkan setelah rasul wafat- maka Rasulullah SAW berkata,
” Jika engkau tidak menjumpaiku maka datangilah Abu Bakar.”
Diriwayatkan dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah SAW tiba-tiba muncullah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu sambil menjinjing ujung pakaiannya hingga terlihat lututnya, maka Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya teman kalian ini sedang kesal maka berilah salam atasnya.” Maka Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnu al-Khaththab terjadi perselisihan, maka aku segera mendatanginya untuk meminta maaf, kumohon padanya agar memaafkan aku namun dia enggan menerima permohonanku, karena itu aku datang menghadapmu sekarang” Rasulullah SAW   menjawab, “Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar.” Sebanyak tiga kali, tak lama setelah itu Umar menyesal atas perbuatannya, dan mendatangi rumah Abu Bakar sambil bertanya, “Apakah di dalam ada Abu Bakar?” Namun keluarganya menjawab, tidak, Umar segera mendatangi Rasulullah SAW sementara wajah Rasulullah SAW terlihat memerah karena marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan terhadap Umar dan memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, “Wahai Rasulullah Demi Allah sebenarnya akulah yang bersalah -dua kali-,” Maka Rasulullah SAW berkata,
” Sesungguhnya aku telah diutus Allah kepada kalian namun kalian mengatakan, ” Engkau pendusta!” Sementara Abu Bakar berkata, ” Engkau benar!” Setelah itu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Lalu apakah kalian tidak jera menyakiti sahabatku?”
Setelah itu Abu Bakar tidak pernah lagi di sakiti.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar