Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah SAW beliau bersabda,
“Andai saja aku dibolehkan mengambil Khalil (kekasih) selain
Allah pasti aku akan memilih Abu Bakar sebagai khalil namun dia adalah
saudaraku dan sahabatku.“
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Malikah ia berkata, “Penduduk
Kufah bertanya kepada Abdullah bin az-Zubair perihal bagian warisan yang
akan diperoleh seorang kakek, maka dia berkata, “Ikutilah pendapat Abu
Bakar. Bukankah Rasulullah pernah menyebutkan perihal dirinya, “Andai
saja aku dibolehkan mengambil Khalil (kekasih) selain Allah pasti aku
akan memilihnya.” Abu Bakar mengatakan, “Samakan pembagian kakek dengan
bagian bapak (Jika bapak tidak ada).”
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Nabi Muhammad SAW,
“Tutuplah seluruh pintu-pintu kecuali pintu Abu Bakar.”
Dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari bapaknya dia berkata,
“Pernah seorang wanita mendatangi Rasulullah SAW, kemudian
beliau menyuruhnya kembali datang menghadapnya, maka wanita itu
bertanya, “Bagaimana jika kelak aku datang namun tidak lagi menjumpaimu
-seolah-olah ia meng-isyaratkan setelah rasul wafat- maka Rasulullah SAW berkata,
” Jika engkau tidak menjumpaiku maka datangilah Abu Bakar.”
Diriwayatkan dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, “Aku sedang duduk
bersama Rasulullah SAW tiba-tiba muncullah Abu
Bakar radhiyallahu ‘anhu sambil menjinjing ujung pakaiannya hingga
terlihat lututnya, maka Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya teman kalian ini sedang kesal maka berilah salam atasnya.”
Maka Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnu
al-Khaththab terjadi perselisihan, maka aku segera mendatanginya untuk
meminta maaf, kumohon padanya agar memaafkan aku namun dia enggan
menerima permohonanku, karena itu aku datang menghadapmu sekarang” Rasulullah SAW menjawab, “Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar.” Sebanyak
tiga kali, tak lama setelah itu Umar menyesal atas perbuatannya, dan
mendatangi rumah Abu Bakar sambil bertanya, “Apakah di dalam ada Abu
Bakar?” Namun keluarganya menjawab, tidak, Umar segera mendatangi Rasulullah SAW sementara wajah Rasulullah SAW terlihat
memerah karena marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan terhadap Umar dan
memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, “Wahai Rasulullah Demi
Allah sebenarnya akulah yang bersalah -dua kali-,” Maka Rasulullah SAW berkata,
” Sesungguhnya aku telah diutus Allah kepada kalian namun kalian
mengatakan, ” Engkau pendusta!” Sementara Abu Bakar berkata, ” Engkau
benar!” Setelah itu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Lalu
apakah kalian tidak jera menyakiti sahabatku?”
Setelah itu Abu Bakar tidak pernah lagi di sakiti.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar